Kolam dengan air yang memiliki tingkat pH asam seringkali menjadi masalah serius bagi infrastruktur yang mengelilinginya. Kerusakan yang disebabkan oleh air asam dapat merusak lapisan pelapis kolam tradisional dalam waktu yang relatif singkat. Namun, proyek kami di Sei Tohor, Riau, telah membuktikan bahwa Concrete Canvas, sebuah material inovatif, dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi masalah ini, bahkan tanpa perlu proses dewatering yang rumit.
Apa Itu Concrete Canvas?
Concrete Canvas adalah material yang unik yang terbuat dari dua lapisan geosintetik yang diisi oleh semen kering dan didukung oleh lapisan geomembrane di bawahnya. Material ini terbukti tahan terhadap fluida dengan tingkat PH1-PH13, menjadikannya pilihan ideal untuk melapisi tepian kolam yang memiliki air dengan tingkat asam ataupun basa yang tinggi.
Studi Kasus: Sei Tohor, Riau
Proyek Pond Lining di Sei Tohor, Riau, adalah sebuah kasus nyata yang memperlihatkan keberhasilan penggunaan Concrete Canvas dalam kondisi yang menantang. Kolam di Sei Tohor mengandung air dengan pH asam, dengan kondisi tanah yang sudah jenuh. Untuk mengatasi masalah ini, Concrete Canvas dipilih sebagai solusi untuk melapisi tepian kolam tanpa perlu proses dewatering.
Keunggulan Concrete Canvas dalam Kasus Sei Tohor, Riau
- Tahan Asam: Salah satu keunggulan terbesar Concrete Canvas adalah kemampuannya untuk bertahan dalam lingkungan air asam. Bahkan, Concrete Canvas juga bisa dihidrasi dengan air asam yang ada di dalam kolam untuk mengaktifkan semen kering di dalamnya tanpa mengurangi kualitas dari material Concrete Canvas ini sendiri.
- Pemasangan Tanpa Dewatering: Proses dewatering, yaitu pengeluaran air dari kolam seringkali rumit dan memerlukan waktu yang lama. Namun, Concrete Canvas memungkinkan pemasangan pelapis tanpa perlu melakukan proses dewatering ini. Ini menghemat waktu, biaya, dan tenaga, sehingga memungkinkan kolam tetap beroperasi. Tepian kolam di Sei Tohor dengan ketinggian air 1,5m ini dapat dipasang tanpa melakukan proses dewatering dan dapat mengeras sempurna. Concrete Canvas ini sudah bertahan dengan baik hingga enam tahun setelah pemasangan.
- Kemampuan Penyesuaian: Concrete Canvas dapat dipasang sesuai dengan desain dan ukuran kolam yang diinginkan, menciptakan fleksibilitas dalam penyesuaian proyek. Tanah jenuh di tepi kolam yang sebelumnya tidak bisa dipijak, dapat kita bentuk dengan bantuan bekisting dan dilapisi oleh Concrete Canvas sehingga menghasilkan profil kolam yang seragam dan rapi.
Penerapan Concrete Canvas di Sei Tohor, Riau
Proses penerapan Concrete Canvas di Sei Tohor, Riau, melibatkan langkah-langkah berikut:
- Persiapan Kolam: Pembentukan profil tepian kolam dengan bantuan bekisting kayu.
- Pemasangan Concrete Canvas: Concrete Canvas dipasang di tepian kolam sesuai dengan desain yang diinginkan.
- Pengencangan: Memastikan Concrete Canvas terpasang dengan baik dan rapi pada tepian kolam. Pada bagian atas yang tidak terkena air dapat dikencangkan dengan menggunakan sekrup 30mm dengan jarak 100 mm. Lalu pada bagian Concrete Canvas yang terendam air, Concrete Canvas dikencangkan dengan pasak pada bagian bawah untuk menahan Concrete Canvas agar tetap berada pada posisi yang sama sebelum mengeras.
- Hidrasi: Hidrasi Concrete Canvas dilakukan dengan menggunakan air yang ada di kolam. Meskipun air tersebut merupakan air asam, Concrete Canvas tetap bisa dihidrasi dan mengeras dengan maksimal.
Kesimpulan
Kasus Studi Proyek Pond Lining di Sei Tohor, Riau, adalah contoh nyata bagaimana Concrete Canvas dapat menjadi solusi inovatif dalam melapisi kolam yang mengandung air asam tanpa perlu dewatering yang mahal dan rumit. Keunggulan Concrete Canvas dalam hal ketahanan terhadap air asam, pemasangan yang cepat, dan kemampuan penyesuaian menjadikannya pilihan yang bijak bagi proyek-proyek yang menghadapi tantangan serupa. Dengan Concrete Canvas, kolam dengan air asam dapat dilindungi dengan efektif, menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
