Solusi Cepat, Hemat, dan Kuat untuk Perlindungan Lereng
Lelah dengan Shotcrete yang Lambat & Mahal?
Coba Concrete Canvas, Beton Gulungan untuk proyek perlindungan lereng anda.
Medan Sulit & Waktu yang Terbatas
Deadline ketat tak seharusnya terhambat oleh proses betonisasi yang lama.
Lokasi dengan akses terbatas dan proyek dengan tenggat waktu ketat merupakan tantangan yang tak terhindarkan—terutama di area seperti pertambangan, perlintasan kereta api, dan jalan raya.
Pekerjaan perlindungan lereng sering kali terhambat karena metode konvensional seperti Shotcrete membutuhkan:
Alat berat yang rumit
Membutuhkan pekerja dengan keahlian khusus
Waktu setting beton yang lama
Resiko “Rebound” atau pantulan beton yang membahayakan pekerja.
Sifat shotcrete yang kaku/rigid membuatnya rentan retak saat terjadi pergerakan tanah atau penyusutan tanah.
CONCRETE CANVAS HADIR SEBAGAI SOLUSI PROYEK ANDA
Concrete Canvas adalah material geosintetik yang mengeras hanya dengan disiram air.
Cukup bentangkan, siram, selesai. Kuat seperti beton, tapi prosesnya secepat geotextile.
Dengan umur layan 50 tahun dan uji lab internasional, Anda tak perlu lagi memilih antara cepat atau tahan lama.
PENGENDALIAN EROSI LERENG
Concrete Canvas (Geokomposit Semen) adalah solusi inovatif untuk pengendalian erosi lereng yang memungkinkan pemasangan hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan Shotcrete atau metode konvensional lainnya. Dengan keunggulan ini, proyek dapat diselesaikan lebih cepat, mengurangi waktu kerja di lapangan, serta meminimalkan gangguan terhadap aset yang sedang dikerjakan.
Berbeda dengan metode konvensional, Concrete Canvas tidak menghasilkan rebound, tidak memerlukan area luas atau peralatan yang rumit, dan dapat diaplikasikan pada infrastruktur yang sensitif tanpa risiko besar.
Selain itu, material ini memiliki ketahanan abrasi lima kali lebih kuat dibandingkan beton OPC standar, tahan terhadap bahan kimia, serta tidak mengalami degradasi akibat cuaca dan paparan sinar UV. Kemampuannya dalam mencegah pertumbuhan vegetasi juga membantu mengurangi kebutuhan pemeliharaan, menekan biaya siklus hidup, serta meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.